Sebuah Cerita Sebelum 'Terbang'


Koper-koper itu berbaris rapi bersiap dinaikkan ke mobil, setelah meyakinkan bahwa beberapa barang penting telah disatukan dalam satu koper, beserta pakaian baby, istri dan diri sendiri, aku segera menguncinya dengan gembok. setelah beberapa hari berkutat dengan tumpukan pakaian dan barang-barang, ditambah keraguan berapa sebenarnya jatah bagasi kami di tiket pesawat, kami mengemas pakaian berdasarkan husnudzon pada harga ‘baggage’ yang tertera di selembar karcis penerbangan itu. Sebelumnya sudah memastikan berapa harga bagasi pre-paid di lion air, dari (UPG) Makassar ke (BDO) Bandung. 

Menurut website resmi sendiri dan pricelist yang dibagikan lion air (silahkan unduh disini) Harga bagasi pre-paid adalah 28.000/kg sedangkan untuk kelebihan bagasi yang dibayarkan saat check in atau istilahnya EBT senilai 41.000/kg Bagasi kami bertiga seharga 429.000, maka diasumsikan setidaknya ada jatah 15 kg di kargo pesawat. Maka, satu koper yang berisi barang-barang high important dari kami bertiga di press sedemikian rupa agar beratnya tidak melebihi 15 kg tadi. Meski masih abu-abu dan tak tahu berapa berat real yang kami miliki, setidaknya setelah sampai di bandara tidak perlu bongkar barang-barang lagi, kan ribet, mending susah di awal daripada keteteran di akhir. 


Bandara Sultan Hasanuddin sudah ramai, bukan hanya penumpang yang ramai, proyek pengembangan dengan mesin-mesin beratnya juga ikut menyumbang keributan. Mobil xenia sporty akhirnya menepi di parkiran yang jaraknya lumayan. “Yang ini mau juga dibawa nak?” mertua menunjuk satu koper merah dan kardus besar yang jika saja plesternya menyerah maka berhamburlah isi-isinya. Setelah berdiskusi alot denga istri karena ragu-ragu dengan 15 kg itu, kami memilih mengirim barang-barang tadi menggunakan kargo, yang tentunya perlu menunggu seminggu untuk sampai ke Bandung. Jam menunjukkan pukul 10.30, sudah seharusnya rombongan kami check in, namun entah mengapa teman-teman yang lain justru tidak kelihatan batang hidungnya. 

Setelah mengumumkan disertai ikrar bahwa kami sudah ada di bandara di grup whatsapp. hasilnya nihil, hanya beberapa orang yang melihat chat itu. Jam di bandara seakan tak mau kalah, berputar dengan cepat dan membuat mertuaku segera memaksa kami segera check in. akhirnya aku dan istri masuk bersama seorang teman yang baru datang yang ternyata belum pernah ‘terbang’. Sampai di petugas pos pertama malah disuruh verifikasi surat keterangan covid terlebih dahulu, yang antriannya membuatku meneriakkan takbir - di dalam hati. Harus buas motong antrian karena orang dewasa justru memberikan contoh serupa. Kalau jinak-jinak malah jadi yang terakhir. Sangat disayangkan, karena dari tadi sampai di bandara namun baru tahu kalau harus berurusan dengan surat kesehatan lagi. Singkatnya kami tiba di loket check in, meski terjadi beberapa kekacauan kecil yang jika saja seorang bapak tidak berinisiatif menolong, maka kami akan sukses ditinggal pesawat, dan 17 tiket yang ada akan hangus bagaikan kenangan kita yang kamu lupakan begitu saja. eaa 

Paling mengherankan, ternyata jatah bagasi kami cuma 10 kg saja, ya, silahkan bilang wow. Jadi artinya 1 kg bagasi pre paid lion air dari Makassar ke Bandung seharga Rp. 42.900? lebih mahal dari harga di price list tadi bahkan melebihi EBT. Hmmm… Untungnya kami tidak dikenai biaya tambahan karena rusuh titip barang di bagasi teman yang masih ‘kosong’. Menghindari grasak grusuk dan harapan bisa check in dengan tenang malah terkontaminasi dengan perkara bagasi yang putih abu-abu beratnya. Belum lagi ada aplikasi yang wajib diunduh dan diisi bagi semua penumpang pesawat. 

Sayangnya, mengapa baru sekarang hal-hal tekhnis seperti ini ketahuan? Kalau saja semuanya diketahui, check in setengah jam sebelum berangkat InsyaAllah bakalan keburu, dan jiwa bisa tetap tenang dan enjoy. 

Maka, tips sebelum terbang yang perlu diperhatikan adalah: 
1. Ketahui berat bagasi di dengan pasti 
2. Sesuaikan dengan jumlah barang yang akan dibawa, kelebihan barang bisa diurus di kargo bandara meski agak mahal, atau dikirim seminggu sebelum berangkat di jasa kargo apabila tempat tujuan telah diketahui 
3. Verifikasi surat covid-19, bisa diwakili dengan 1 orang saja 
4. Persiapkan tiket beserta ktp saat check in 
5. Lepaskan jam tangan, jaket, ikat pinggang dan material besi serta logam saat melewati detector 
6. Duduk dengan tenang dan jangan ketiduran, sambil mengisi aplikasi E-Hac unduh di sini 

Setelah melewati banyak rintangan untuk sekedar terbang, akhirnya alhamdulillah kami tiba di bandara Husein Sastranegara Bandung, segera dijemput oleh para asatidz, dan diantarkan ke penginapan untuk beristirahat.


 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama