Salah satu adab dalam membeli adalah ketika penjual menawarkan barang dagangannya kita menahan diri untuk mengomentari perkara mahal dan murah.
Contoh di TKP
Pembeli: harga berapa yang A bosku
Penjual: 25.000
Pembeli: kalau yang B berapa
Penjual: 50.000
Pembeli: Mahal na
Alangkah lebih baik jika kita menahan komentar 'mahalki bosku', apalagi jika pada akhirnya tidak dibeli juga, mahal dan murah kan relatif dan tergantung pada modal.
Apalagi kalau sampai membandingkan dengan toko 1 dan toko 2,
Pembeli: kemarin saya beli di toko 'Nganu' beginiji harganya
Kalau begitu, beli aja di toko sebelah, apa pula gunanya melaporkan perkara selisih harga kepada penjual (berharap dikasih diskon ya?)
Harga bisa sama bahkan lebih murah, tapi kualitas, pelayanan, jaminan dan garansi bisa lebih bernilai mahal dari sekedar digit angka
Setidaknya, saat di rasa bahwa harga tidak terjangkau di kantong, mendiamkan chat atau membalas oke atau 'up' lebih baik daripada mengukur murah dan mahal barang di depan penjualnya. ~yg cuma bisa menghela nafas
Posting Komentar